
INDONESIA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi sejak awal Januari 2026 terus meluas. Data Tim Penanganan Karhutla BNPB per 12 Oktober 2026 mencatat total luas lahan terbakar mencapai 568,63 hektare di enam provinsi.
Provinsi Sumatra Selatan menjadi wilayah dengan cakupan kebakaran terbesar (49%), disusul Jambi (22%), Kalimantan Tengah (11%), Kalimantan Selatan (8%), Kalimantan Barat (6%), dan Riau (4%). Meski sebagian besar titik api telah ditangani melalui pemadaman darat dan udara, dampak asap pekat masih mengancam kesehatan masyarakat.
Kualitas udara di Sumsel, Jambi, dan Kalteng berada pada tingkat Berbahaya, sementara Kalbar dan Riau dalam kategori Sangat Tidak Sehat, serta Kalsel pada kategori Tidak Sehat. Jarak pandang pun merosot drastis hingga rentang 200 meter. Kondisi ini meningkatkan risiko kesehatan fatal, khususnya ISPA pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Merespon kondisi darurat tersebut, NU Care-LAZISNU YOGYAKARTA mengajak seluruh elemen masyarakat dan #SahabatPeduli untuk bergotong-royong menyalurkan bantuan prioritas:
Mari bantu saudara-saudara kita melewati masa sulit ini dan memulihkan kehidupan mereka. Infak dan sedekah terbaik dapat disalurkan melalui platform resmi JOGJANUCARE.ID
Satu kepedulian, sejuta harapan. Bersama, kita kuatkan saudara-saudara kita menghadapi dampak karhutla.
Segera tunaikan donasi melalui LAZISNU PWNU DI Yogyakarta dengan mudah:
Jazakumullohu khoiron katsiran
Aamiin aamiin aamiin yaa Rabbal ‘Alamin
Sumber: PW NU CARE LAZISNU D.I. Yogyakarta
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik