

Assalamualaikum Wr. Wb Sahabat dermawan, pernahkah terbayang hidup dalam kegelapan total, di mana setiap langkah hanya mengandalkan ingatan?
Inilah kisah Ibu Sartini (49 tahun). Sejak mata kirinya terkena serangga pada 2014, dunianya perlahan meredup. Karena takut akan biaya, beliau sempat bertahan dengan pengobatan tradisional. Namun di tahun 2020, semuanya berubah menjadi gelap. Diagnosa dokter: Glaukoma dan Kerusakan Kornea.
Ibu Sartini tidak berjuang sendirian. Di rumah kecil itu, ia tinggal bersama kakaknya, Ibu Ngatini (58 tahun). Dua bersaudara ini belum pernah menikah dan hanya memiliki satu sama lain.
Kondisinya pun memprihatinkan. Ibu Ngatini mengalami cacat tangan sejak bayi yang membuatnya hanya bisa beraktivitas dengan tangan kiri saja. Kini, Ibu Ngatini yang bertangan satu menjadi "mata" bagi adiknya, sementara Ibu Sartini yang kehilangan penglihatan mencoba melakukan segalanya berdasarkan hafalan yang tersisa di ingatannya.
Harapan Itu Berharga 12 Juta Rupiah
Operasi cangkok kornea adalah satu-satunya jalan agar Ibu Sartini bisa melihat kembali. Meski biaya medis di-cover BPJS, namun biaya pengadaan jaringan kornea sebesar Rp12.000.000 harus dibayar secara mandiri.
Angka 12 juta terasa sangat besar bagi mereka yang kini sudah tidak sanggup bekerja lagi.
Segera tunaikan donasi melalui LAZISNU PWNU DI Yogyakarta dengan mudah:
Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.
Jazakumullohu khoiron katsiran
Aamiin aamiin aamiin yaa Rabbal ‘Alamin
Sumber: PW NU CARE LAZISNU D.I. Yogyakarta
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik