LAZISNU DIY Arahkan dan Bekali Peserta Inkubasi Bisnis Untuk Mendesain Bussines Plan dan Strategi Pemasaran

Yogyakarta – NU Care-LAZISNU DIY kembali menyelenggarakan Pelatihan Inkubasi Bisnis yang dilaksanakan pada Sabtu (25/7/2026) di Aula IIQ An-Nur D.I. Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Program Inkubasi Bisnis LAZISNU DIY yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Program ini merupakan kelanjutan dari kick off inkubasi yang sebelumnya telah melibatkan 66 pelaku usaha mikro untuk mendapatkan pendanaan dan pendampingan intensif.

Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman. Evi Ni’matuzzakiyah, S.Th.I., M.A., Dosen Public Relations and Customer Services STIKES Surya Global, menyampaikan materi tentang motivasi kewirausahaan dan penyusunan business plan. Sementara itu, Yenni Octarina, S.Si, CEO PT Auto Inovasi Sukses, membekali peserta dengan strategi pemasaran digital dan pemasaran offline yang aplikatif bagi pengembangan usaha mikro di tengah persaingan bisnis yang semakin kompetitif.

Ketua NU Care-LAZISNU DIY, Dinik Fitri Rahajeng Pangestuti, menegaskan bahwa Program Inkubasi Bisnis merupakan wujud komitmen LAZISNU DIY dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

 

Kami ingin zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi. Melalui Program Inkubasi Bisnis ini, para pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan akses permodalan, tetapi juga pendampingan, pelatihan, dan jejaring usaha sehingga mereka memiliki kapasitas untuk naik kelas. Harapannya, usaha yang tumbuh ini dapat menciptakan kemandirian ekonomi keluarga sekaligus membuka lapangan kerja baru di masyarakat,” ujar Dinik.

Menurutnya, keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, badan otonom NU, serta para praktisi bisnis yang bersedia berbagi pengalaman kepada para peserta. Sinergi tersebut menjadi modal penting untuk membangun ekosistem pemberdayaan ekonomi umat yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Kami berharap para peserta tidak berhenti setelah mengikuti pelatihan. Justru inilah awal proses pembelajaran. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, kami optimistis UMKM binaan LAZISNU DIY akan semakin berkembang, mampu bersaing di era digital, dan menjadi contoh keberhasilan pemanfaatan zakat produktif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Program Inkubasi Bisnis LAZISNU DIY didukung oleh berbagai mitra strategis, di antaranya Fatayat NU DIY, GP Ansor DIY, Universitas Alma Ata, UNU Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, serta sejumlah institusi lainnya. Melalui kolaborasi tersebut, peserta tidak hanya memperoleh tambahan modal usaha, tetapi juga penguatan kapasitas manajerial, penyusunan rencana bisnis, strategi pemasaran, hingga pendampingan berkelanjutan agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri.

Melalui penyelenggaraan Pelatihan Inkubasi Bisnis ini, LAZISNU DIY berharap zakat produktif semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Program ini diharapkan mampu melahirkan UMKM yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing sehingga dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi umat.[]

ARTIKEL BERITA LAINNYA