Batch 1 Program Inkubasi Bisnis Mikro LAZISNU DIY Bekali Usaha Mikro dengan Penguatan SDM dan Manajemen Keuangan

Yogyakarta – NU Care LAZISNU D.I. Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong penguatan ekonomi umat melalui penyelenggaraan Program Inkubasi Bisnis Mikro Batch 1 yang berlangsung di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Sabtu (18/7). Kegiatan ini menjadi awal dari rangkaian proses inkubasi yang akan diikuti oleh 66 pelaku UMKM terpilih dari lima kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program Inkubasi Bisnis Mikro merupakan salah satu program pemberdayaan ekonomi NU Care LAZISNU DIY yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan, pendampingan intensif, konsultasi bisnis, hingga monitoring dan evaluasi. Selama beberapa bulan ke depan, peserta akan mendapatkan pendampingan dari para akademisi, praktisi, serta pendamping yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan Banom Nahdlatul Ulama di DIY.

Kegiatan pelatihan ini dihadiri oleh para pelaku UMKM binaan, pendamping usaha, fasilitator, serta pengurus program. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dengan berbagai sesi diskusi dan praktik sederhana yang memungkinkan peserta memahami materi secara langsung sesuai dengan kondisi usaha masing-masing.

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) yang disampaikan oleh Anissa Miranty Nurendra, S.Psi., M.Psi. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan pemilik usaha dalam mengelola sumber daya manusia secara efektif.

Annisa mengajak peserta untuk mulai membangun struktur organisasi usaha, meskipun masih dalam skala mikro atau keluarga. Pembagian tugas yang jelas, komunikasi yang baik, serta penempatan orang sesuai kompetensinya menjadi dasar dalam menciptakan usaha yang lebih profesional. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun budaya kerja yang positif, meningkatkan motivasi anggota tim, serta menyusun sistem penggajian sederhana yang sesuai dengan kemampuan usaha.

Materi ini diharapkan mampu membantu pelaku UMKM dalam mengelola tenaga kerja secara lebih terstruktur sehingga produktivitas usaha dapat meningkat seiring dengan perkembangan bisnis.

Untuk sesi kedua, peserta memperoleh materi Manajemen Keuangan Usaha yang disampaikan oleh Rosa Nikmatul Fajri, S.E., M.Acc., CA., Ph.D. Pada kesempatan tersebut, beliau menekankan bahwa pengelolaan keuangan merupakan salah satu fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan usaha.

Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha, melakukan pencatatan transaksi secara rutin, menyusun laporan keuangan sederhana, serta mengelola arus kas agar kondisi usaha tetap sehat. Selain itu, peserta juga dikenalkan pada cara sederhana membaca kondisi keuangan usaha sehingga dapat mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat berdasarkan data dan bukan sekadar perkiraan.

Melalui berbagai contoh kasus yang dekat dengan aktivitas UMKM sehari-hari, peserta diajak memahami bahwa disiplin dalam mengelola keuangan akan mempermudah usaha berkembang, memperoleh akses pembiayaan, serta meningkatkan kepercayaan konsumen maupun mitra usaha.

Selama pelaksanaan pelatihan, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Berbagai pertanyaan dan pengalaman usaha disampaikan dalam sesi diskusi, mulai dari tantangan mengelola karyawan, menyusun pembagian tugas, hingga mengatasi permasalahan pencatatan keuangan yang selama ini masih dilakukan secara sederhana. Interaksi aktif tersebut menunjukkan semangat peserta untuk terus belajar dan mengembangkan usahanya menjadi lebih profesional.

Program Inkubasi Bisnis Mikro NU Care LAZISNU DIY tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan di dalam kelas. Setelah mengikuti pembelajaran, seluruh peserta akan menjalani proses pendampingan secara berkala oleh tim pendamping yang berasal dari berbagai perguruan tinggi, yaitu Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Alma Ata, STAI Yogyakarta, dan IIQ An Nur Yogyakarta, serta didukung oleh Banom NU seperti Fatayat NU, GP Ansor, dan Badan Khusus Ambulans NU. Pendampingan ini bertujuan memastikan setiap materi yang diperoleh dapat diterapkan secara langsung dalam pengembangan usaha peserta.

Melalui Program Inkubasi Bisnis Mikro ini, NU Care LAZISNU D.I. Yogyakarta berharap lahir UMKM-UMKM yang lebih tangguh, mandiri, dan mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi yang semakin dinamis. Program ini juga menjadi wujud nyata komitmen NU Care LAZISNU DIY dalam memperkuat ekosistem pemberdayaan ekonomi umat melalui kolaborasi bersama perguruan tinggi, Banom NU, pemerintah, dan berbagai mitra strategis.

Dengan mengusung semangat berdaya bersama, bertumbuh bersama, Program Inkubasi Bisnis Mikro diharapkan mampu menjadi ruang pembelajaran, kolaborasi, dan akselerasi bagi pelaku UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga dapat menciptakan usaha yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.[]

ARTIKEL BERITA LAINNYA