Bantul — Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (LAZISNU DIY) menyalurkan bantuan sosial kepada santri dan anak jalanan yang dipusatkan di Pesantren Lintang Songo, Kabupaten Bantul. Program ini merupakan bagian dari infaq terikat yang diamanahkan oleh LAZISNU PBNU Pusat, sebagai bentuk nyata kepedulian Nahdlatul Ulama terhadap kelompok rentan dan anak-anak marginal (27/1/2025).
Pesantren Lintang Songo dipilih sebagai lokasi penyaluran karena selama ini dikenal aktif melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap santri dari berbagai latar belakang sosial, termasuk anak-anak jalanan. Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok, perlengkapan pendidikan, serta dukungan sosial guna menunjang keberlangsungan proses belajar dan kehidupan santri.
Ketua LAZISNU DIY, Mambaul Bahri menyampaikan bahwa penyaluran ini merupakan wujud sinergi antara LAZISNU Pusat dan daerah dalam memastikan dana infak terikat dikelola secara amanah dan tepat sasaran. “Melalui kerja sama ini, kami berharap bantuan tidak hanya meringankan kebutuhan harian santri dan anak jalanan, tetapi juga memperkuat peran pesantren sebagai ruang tumbuh yang aman dan berdaya,” ujarnya.
Sementara itu, Pengasuh Pesantren Lintang Songo, KH. Heri Kuswanto, M.Si, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh LAZISNU. Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti bagi santri dan anak-anak binaan pesantren.
“Pesantren Lintang Songo sejak awal hadir untuk membersamai anak-anak dari latar belakang jalanan dan keluarga rentan. Bantuan dari LAZISNU PBNU Pusat yang disalurkan melalui LAZISNU DIY ini bukan sekadar bantuan material, tetapi juga bentuk kepedulian dan penguatan moral bagi santri agar tetap percaya diri dan memiliki masa depan,” tutur Heri Kuswanto.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pesantren dan lembaga filantropi Islam menjadi model penting dalam menjawab persoalan sosial yang semakin kompleks. “Pesantren tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi seperti ini menunjukkan bahwa filantropi Islam memiliki peran strategis dalam menjaga nilai kemanusiaan dan keadilan sosial,” imbuhnya.
LAZISNU DIY mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi NU. Dukungan publik menjadi kekuatan utama dalam memperluas manfaat program sosial, khususnya bagi santri dan anak jalanan yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan.










